OctaFx

Sunday, March 31, 2013

Cara Konversi Laporan TB ke CSV

Sebagai salah satu persyaratan untuk Upload Laporan TB adalah melakukan konversi file excel dari yang ber-format XLS ke format CSV. CSV ( Comma Separated Value ) merupakan format standar dengan menggunakan tanda koma (,) atau titik koma (;), atau dibuat sesuai dengan keinginan kita sebagai pemisah antara satu elemen dengan elemen yang lainnya. Kemenkes RI dalam hal ini Ditjen PP & PL telah membuat satu langkah (sekali klik) untuk mengkonversi ke CSV.

Walau dengan sekali klik, ada beberapa persyaratan yang harus dilalui agar proses konversi sesuai dengan harapan dan berjalan dengan sempurna. Adapun yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Data pada sheet INFOKUNCI harus terisi dengan lengkap dan benar. Infokunci

  2. Pastikan sheet REGISTER TB03 sudah terisi data dengan lengkap dan benar sesuai triwulan pelaporan. Pastikan juga pada sheet REGISTER TB03 tidak dalam keadaan ter-filter. Perbedaan sheet ter filter dan tidak bisa dilihat pada gambar dibawah ini. TB03 tdk filterTB03 terfilter Perhatikan nomor rows, pada keadaan filter angka berwarna biru

  3. Koreksi masing-masing sheet selanjutnya, terutama jumlah apakah sudah sesuai atau belum sesuai dengan triwulan laporan. (Penemuan : jumlah penderita harus sama antara sheet TB07 dengan sheet Rekap TB07 Semua Pasien dan Rekap BTA Pos Baru, Konversi dan Akhir Pengobatan, jumlah yang dievaluasi harus 100%).

  4. Pastikan sheet TB13 sudah terisi data dengan lengkap dan benar.

  5. Bila semua data sudah benar maka buka sheet INFOKUNCI dan klik pada kotak berwarna kuning. Tunggu proses konversi sampai selesai.klik csv

  6. File CSV akan terbentuk akan ditempat sesuai dengan file laporan yang dikonversi. Hasil konversi dengan nama file Tahun_TW ( contoh 2012_4 ). Ganti nama file sesuai dengan ketentuan (NamaKota/KabSpasiTahunSpasiTWxSpasiCSV, x=triwulan). Misalnya NGASTINA 2012 TW4 CSV. hasil konversi

Langkah selanjutnya adalah melakukan UPLOAD data ke Website SITT (Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu). Semoga bermanfaat……

Thursday, March 28, 2013

Cara Koreksi Laporan TB03 Elektronik

Setelah semua data TB03 UPK sudah kita masukkan ke TB03 Elektronik, maka perlu kita koreksi apakah data  sudah benar atau tidak. Diharapkan saat dilakukan proses konversi dan UPLOAD data sudah tidak ada kesalahan.


Langkah-langkahnya sebagai berikut :


A. PENEMUAN




  1. Buka sheet “INFOKUNCI”, apakah data jumlah suspek dan jumlah penduduk sudah benar.




  2. Buka sheet “TB07”, pastikan semua kolom Total nilainya akan sama dengan sheet “REKAP TB07 SEMUA PASIEN”.TB07 rekapTB07




  3. Bila ada ketidaksamaan data antara sheet TB07 dan sheet Rekap TB07 Semua Pasien, lakukan revisi atau pembenahan data pada sheet “REGISTER TB03”. Untuk mempermudah lakukan Filter sesuai data yang tidak sama.




B. KONVERSI




  1. Untuk Sheet TB11, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi. Konv1




  2. Untuk sheet Rekap TB11 Pos Baru, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. Konv2




  3. Untuk sheet Rekap TB11 Kambuh, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. Konv3




  4. Untuk pembenahan data, buka sheet REGISTER TB03, lakukan filter dengan cara klik tanda gambar disebelah Filter, pilih filter sesuai keperluan. Misal untuk koreksi data konversi pasien TB Pos Baru ( Nomor 2 ), lakukan filterisasi pada : 








































    BTA POSITIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Hasil Lab Akhir Intensifpilih “Blank”

    isi data pada kolom Hasil Lab Akhir Intensif sesuai dengan data dari TB03 UPK atau TB01. Untuk koreksi pada pasien TB Pos Kambuh (Nomor 3), lakukan filterisasi pada :








































    BTA POSITIF KAMBUH
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “2”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Kambuhpilih “K”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Hasil Lab Akhir Intensifpilih “Blank”

    isi data pada kolom Hasil Lab Akhir Intensif sesuai dengan data dari TB03 UPK atau TB01.




C. AKHIR PENGOBATAN




  1. Untuk Sheet TB08, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi TB08a




  2. Sheet Rekap TB08 BTA Pos, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. TB08b




  3. Sheet Rekap TB08 Kambuh, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100% TB08c




  4. Sheet Rekap TB08 Neg Baru, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100% TB08d




  5. Untuk pembenahan data, buka sheet REGISTER TB03, lakukan filter dengan cara klik tanda gambar disebelah Filter, pilih filter sesuai keperluan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Pos Baru, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA POSITIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Pos Kambuh, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA POSITIF KAMBUH
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “2”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Kambuhpilih “K”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Neg Baru, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA NEGATIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Neg”, “X” dan “Blank”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan.




Catatan :


Pada saat melakukan filterisasi, lihat tampilan excel bagian kiri bawah. Jumlah tersebut menunjukkan jumlah yang kita lakukan filterisasi. excelbwh


Semoga bermanfaat…..

Sunday, March 24, 2013

HARI TB NASIONAL TAHUN 2013

Mycobacterium Tuberculosis merupakan penyebab penyakit TBC. Kuman ini ditemukan oleh Robert Koch.  Robert Koch (lahir 11 Desember 1843 – meninggal 27 Mei 1910) adalah seorang dokter yang berkebangsaan Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan Anthrax Bacillus (1877), Tubercle Bacillus (1882) dan Kolera Bacillus (1883). Dapat penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.


Penemuan Mycobacterium Tuberculosis  pada tanggal 24 Maret 1882. Sampai dengan hari ini (24 Maret 2013) sudah 131 tahun. Pada pertengahan abad ke-19 Tuberkulosis adalah penyebab kematian nomor tujuh.


Dalam rangka peringatan Hari TB Nasional tahun 2013, diadakan beberapa agenda, salah satunya jalan sehat, pemeriksaan kesehatan secara gratis, lomba penyuluhan tentang penyakit TB yang diselenggarakan di Kota Batu.









View album



Dengan tema “Stop TB in My Life Time” marilah kita tingkat peran dalam penanggulangan TB di Indonesia.


Sumber : dari berbagai sumber dan Wikipedia

WORLD TB DAY NEWS

  1. 1000 day countdown on TB and HIV goals starts in Swaziland

  2. World Health Organization and Global Fund highlight urgent need for international financing to fight TB

  3. Stop TB Partners mark World TB Day with events around the world

  4. TB activists launch new global coalition

  5. Global forum accelerates progress on TB vaccine development

  6. MSF: Historic opportunity to tackle drug-resistant TB could be missed

  7. Nursing project to provide evidence for the adoption of best practice

  8. KNCV honours USAID for leadership in the global fight against TB

  9. Prisons latest target as South Africa continues zero TB drive

Monday, March 18, 2013

Mempersiapkan Data Uji Silang Metode LQAS dengan Microsoft Excel

Setelah teori tentang uji silang dengan menggunakan metode LQAS kita pelajari, saatnya membuat sebuah tabel yang berisi data laboratorium. Kita siapkan data laboratorium tahun lalu yang meliputi data sediaan slide positif, negatif dan jumlah seluruh slide. Tabel dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel.


LANGKAH-LANGKAHNYA :





  1. Buka Microsoft Excel.


  2. Buat tabel kesatu yang berisi data slide dari fasyankes di sheet1. Dicontohkan dengan jumlah fasyankes 3 dan data slide positif dan negatif seperti dalam gambar dibawah.image


  3. Buat tabel kedua tentang Pengambilan Sampling disebelah kanan tabel kesatu. Tabel ini berisi jumlah data sampel yang harus diambil sesuai dengan perpotongan SPR dan Jumlah Slide Negatif. Angka 1 sampai dengan 14 (mendatar) adalah SPR, 1=2,5%, 2=5,0%, 3=7,5% dst. Angka 1 sampai dengan 12 (menurun) adalah Jumlah Sediaan Negatif dalam 1 tahun, 1=100, 2=200, 3=300 dst. Penggantian nilai SPR dan Jumlah sediaan negatif dalam 1 tahun diperlukan untuk pembuatan rumus, tetapi mengurangi makna dari sebuah tabel.


    image


PEMBUATAN RUMUS UNTUK TABEL KESATU





  1. Rumus untuk menjumlahkan slide positif dan slide negatif. Tempatkan kursor pada cell E6, ketik “=C6+D6” lalu tekan Enter. Untuk cell E7 dan E8 bisa copy dari cell E6.


  2. Rumus untuk menghitung SPR. Tempatkan kursor pada cell F6, ubah Format cell dari General ke Percentage, ketik “=C6/E6”lalu tekan Enter. Hasilnya berupa nilai persentase yang sudah dibulatkan keatas. Agar nilainya terdapat satu angka dibelakang tanda koma (decimal) maka klik “Increase Decimal” satu kali. Untuk cell F7 dan F8 bisa copy dari cell F6.


  3. Sebelum membuat rumus untuk menentukan Jumlah Sampel per Tahun, diperlukan 2 buah rumus untuk menghubungkan antara tabel kesatu dan tabel kedua. Tulis “SPR” di cell M5 dan “Neg” di cell N5. Tempatkan kursor dibawah tulisan SPR atau di cell M6, ketik SPR   Tempatkan kursor dibawah tulisan Neg atau di cell N6, ketik Neg. Copy rumus di cell M6 ke cell M7 dan cell M8. Copy rumus di cell N6 ke cell N7 dan cell N8. Rumus ini diperlukan sesuai dengan jumlah Fasyankes yang ada.


  4. Rumus untuk menghitung Jumlah Sampel per Tahun. Tempatkan kursor pada cell G6, ketik “=INDEX($P$6:$AC$17,N6,M6)”. Copy rumus di cell G6 ke cell G7 dan cell G8.


  5. Rumus untuk menghitung Jumlah Sampel per Triwulan. Tempatkan kursor pada cell H6, ketik “=ROUNDUP((G6/4),0)”. Copy rumus di cell H6 ke cell H7 dan cell H8.


  6. Untuk kolom Jumlah Slide Triwulan ini, tuliskan jumlah slide (slide positif ditambah slide negatif) pada triwulan yang akan dilakukan uji silang.


  7. Rumus untuk menghitung interval. Tempatkan kursor pada cell J6, ketik “=ROUNDUP((I6/H6),0)”. Copy rumus di cell J6 ke cell J7 dan cell J8.


Hasilnya seperti gambar dibawah ini image


Catatan penambahan fasyankes dibawah fasyankes C sebaiknya jangan gunakan Insert Row karena akan merubah struktur tabel kedua.


Semoga bermanfaat………


REVISI


Setelah adanya Pertemuan Monev LQAS pada bulan September 2013, ada perubahan dalam menggunakan table untuk menentukan jumlah slide yang akan dilakukan Cross check.  Dulu, SPR dan Slide Negatif pada tabel dibulatkan keatas. Sekarang SPR dan Slide Negatif dibulatkan ke angka terdekat,


Langkah 5 LQAS


Contoh file yang sudah kami revisi bisa di download Hitung SPR Rev

Saturday, March 16, 2013

Lot Quality Assurance Sampling (LQAS)

Upaya pengendalian Penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dengan 5 komponennya, yaitu :





  1. Komitmen politis, dengan peningkatan dan kesinambungan pendanaan.


  2. Penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya.


  3. Pengobatan yang standar, dengan supervisi dan dukungan bagi pasien.


  4. Sistem pengelolaan dan ketersediaan OAT yang efektif.


  5. Sistem monitoring pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program.


Komponen yang kedua : Penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya, ini sangat berkaitan erat dengan mutu laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan. Laboratorium untuk pemeriksaan dahak sangat menentukan dalam mendiagnosis pada suspek TB. Mutu kinerja laboratorium mikroskopis TB dilakukan melalui pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dengan melakukan Uji Silang sediaan BTA oleh Laboratorium Rujukan Uji Silang (RUS) dalam jejaring laboratorium di wilayah.


Selama ini Uji Silang sediaan BTA dilakukan dengan metode konvensional yaitu 100% sediaan positif ditambah 10% sediaan negatif dengan Error Rate <5%. Mulai tahun 2007 Ditjen P2&ML Kemenkes RI telah melakukan Workshop tentang Uji Silang dengan metode LQAS (Lot Quality Assurance Sampling) di beberapa wilayah di Indonesia. Hasil dari workshop tersebut mulai diterapkan pada tahun 2009.


Perbedaan Uji Silang Metode Konvensional dengan LQAS :






































KonvensionalLQAS
Samping : 100% slide positif ditambah 10% slide negatifSamping : semua slide mendapat kesempatan yang sama
Pemilihan slide tergantung dari minat petugasPemilihan secara acak dengan menggunakan statistik sederhana
Formulir TB05, TB04 dan TB12Formulir TB05, TB04 dan TB12 yang disempurnakan
Penyimpanan dipisahkan antara slide positif dan negatifPenyimpanan slide digabung sesuai dengan TB04
Analisis Uji Silang adalah Error RateBerdasarkan derajat kesalahan
Error Rate >5% = jelekSatu Kesalahan Besar atau tiga Kesalahan Kecil = jelek
Kualitas : Sediaan dan PewarnaanKualitas : Spesimen, Pewarnaan, Kebersihan, Ketebalan, Ukuran dan Kerataan

Dengan adanya Metode LQAS ini :

  1. Tidak mengubah sistem uji silang tetapi hanya memutakhirkan metode uji silang.

  2. Menilai kinerja laboratorium secara menyeluruh.

  3. Tidak untuk konfirmasi diagnosis.

  4. Sediaan disimpan berdasarkan TB04.

  5. Setiap sediaan memelikik kesempatan yang sama untuk di uji silang.

  6. Penilaian kinerja berdasarkan jumlah dan tipe kesalahan bukan prosentase.

  7. Kemungkinan penyebab kesalahan lebih mudah diketahui.


Langkah-langkah dalam melakukan metode uji silang LQAS:

  1. Tentukan jumlah seluruh sediaan, jumlah sediaan positif dan jumlah sediaan negatif yang diperiksa pada tahun lalu.



























    Nama FasyankesTotal SediaanJumlah Sediaan PositifJumlah Sediaan Negatif
    A42834394
    B1368751293
    C63340593





  2. Hitung Slide Positivity Rate (SPR). SPR = Proporsi sediaan Positif diantara seluruh sediaan.



























    Nama FasyankesTotal SediaanJumlah SediaanS P R
    A394347,9%
    B1293755,5%
    C593406,3%



  3. Tentukan Sensitifitas, spesifitas dan jumlah kesalahan yang dapat diterima. Program P2TB menetapkan Sensitifitas=80%, Spesifitas=100% dan Jumlah Kesalahan yang dapat diterima=0.


  4. Pembacaan tabel pengambilan sediaan untuk metode LQAS. SPR dibulatkan ke angka terdekat, Jumlah sediaan negatif dibulatkan ke angka terdekat. TableLQAS


  5. Hitung Jumlah Sediaan Uji Silang. Fasyankes A dengan SPR = 7,9% dibulatkan menjadi 7,5%, jumlah sediaan negatif 394 dibulatkan menjadi 400. Lihat perpotongan antara SPR 7,5% dan Sediaan negatif 400 yaitu 108 (untuk jumlah sediaan yang di uji silang selama 1 tahun). Untuk Fasyankes B jumlah sediaan yang di uji silang = 197, Fasyankes C = 167. Bila jumlah sediaan dalam 1 tahun kurang dari jumlah sampel maka seluruh sediaan yang ada harus diambil untuk uji silang.


  6. Hitung jumlah sediaan per triwulan. Jumlah sediaan yang sesuai dengan perpotongan (langkah 5) dibagi 4. Misalnya Fasyankes A, jumlah sediaan yang akan di uji silang = 108 dibagi 4 = 27. Jadi jumlah sediaan per triwulan di Fasyankes A yang akan di uji silang sebanyak 27 slide. Bila pada triwulan tersebut jumlah sediaan kurang maka seluruh sediaan di uji silang. Hasil pembagian per triwulan dibulatkan ke atas.


  7. Hitung interval pengambilan sediaan. Pada langkah ini memerlukan data jumlah seluruh sediaan pada triwulan yang akan dilakukan uji silang sesuai dengan TB04. Misalnya jumlah seluruh sediaan pada triwulan yang akan di uji silang sebanyak 200 slide, maka 200 dibagi 27 = 7,407 dan dibulatkan ke atas menjadi 8. Jadi interval untuk Fasyankes A = 8.


  8. Tentukan pengambilan sediaan pertama (Lot). Penentuan sediaan yang akan diambil pertama harus lebih kecil atau sama dengan interval. Misalnya interval 8, maka yang diambil adalah 1 slide diantara slide nomor 1 sampai slide nomor 8.image


  9. Pengambilan sediaan berdasarkan interval dan sesuai urutan TB04. Misalnya slide pertama yang diambil adalah slide nomor 5, maka sediaan yang akan di uji silang nomor : 5,13,21,29,37,45,53,61,69,85,93,101,109,117,125,133,141, 149,157,165,173,181,189,197. Jika ada salah satu slide hilang atau pecah, misal slide nomor 61 hilang maka slide nomor 61 diganti slide nomor 62. Urutan selanjutnya tetap.


KLASIFIKASI KESALAHAN BACA

image

KB = Kesalahan Besar
KK = Kesalahan Kecil
NPT = Negatif Palsu Tinggi
PPR = Positif Palsu Rendah
KH = Kesalahan Hitung
PPT = Positif Palsu Tinggi

Penilaian Kinerja Laboratorium dikatakan JELEK jika :

  • Terdapat KB (PPT, NPT).

  • Terdapat 3 KK yang nilainya setara dengan 1 KB.


Dengan adanya Uji Silang LQAS diharapkan mutu kinerja Laboratorium Pemeriksaan Tuberkulosis akan semakin terjamin dan memberikan kemudahan bagi pengelola program dalam melakukan analisa.

Friday, March 1, 2013

Timeline Pelaporan TB03 UPK

Pelaporan TB03 UPK ke Dinas Kesehatan setiap bulan meliputi :

  1. Penemuan

  2. Hasil Pemeriksaan Laboratorium bulan kedua

  3. Akhir Pengobatan


image

Semoga bermanfaat…………..