OctaFx

Thursday, May 9, 2013

TB Resisten Terhadap Pengobatan Lini Pertama

Penyakit Tuberkulosis yang tidak tertangani dengan tepat dan adequat dapat menyebabkan terjadinya kekebalan terhadap kuman Tuberkulosis. Strategi DOTS yang telah dicanangkan oleh pemerintah dengan 5 komponennya harus benar-benar diterapkan agar penatalaksanaan program TB dapat tercapai dan ancaman terjadinya kekebalan obat dapat diminimalkan.


TB yang kebal obat atau kita kenal dengan sebutan MDR (Multiple Drug Resisten) dengan nama program PMDT (Programmatic Management of Drug Resisten TB) atau MTTRO (Managemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat) dan mungkin akan berubah lagi………. adalah penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis yang telah resisten (kebal) terhadap 2 jenis OAT (Obat Anti TB) Lini Pertama yaitu INH dan Rifampisin.


Penanganan TB kebat obat (MDR) sangat sulit dan dibutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan penanganan TB Biasa. Bila TB Biasa dibutuhkan waktu antara 6-9 bulan pengobatan, TB MDR membutuhkan waktu pengobatan antara 19-24 bulan.


Penyebab Terjadinya Resistensi OAT


Penyebab Utama terjadinya resistensi kuman terhadap OAT adalah dari ulah kita sendiri yaitu penatalaksanaan TB yang tidak adequat, dapat dilihat dari :


1. Petugas Kesehatan, yaitu karena :






    • Diagnosis tidak tepat


    • Pengobatan tidak menggunakan paduan yang tepat


    • Dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu pengobatan tidak adequat


    • Penyuluhan yang tidak adequat



2. Pasien






    • Tidak mematuhi anjuran dokter atau petugas kesehatan


    • Tidak teratur menelan paduan OAT


    • Menghentikan pengobatan karena merasa sudah sembuh



Identifikasi Suspek TB MDR


Suspek TB MDR adalah semua orang yang mempunyai Gejala TB dan memenuhi salah satu kriteria dibawah ini:





  1. Pasien TB kronik.


  2. Pasien TB pengobatan kategori 2 yang tidak konversi setelah 3 bulan pengobatan.


  3. Pasien TB yang mempunyai riwayat pengobatan TB yang tidak standar serta menggunakan kuinolon dan obat injeksi lini kedua minimal selama 1 bulan.


  4. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang gagal.


  5. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang tetap positif setelah 3 bulan pengobatan.


  6. Pasien TB kasus kambuh (relaps), kategori 1 dan kategori 2.


  7. Pasien TB yang kembali setelah loss to follow-up (lalai berobat/default).


  8. Suspek TB yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien TB MDR.


  9. Pasien ko-infeksi TB-HIV yang tidak respon terhadap pemberian OAT


Download Kriteria Suspek MDR UPDATE

Tuesday, May 7, 2013

Tambahkan Gambar Tampilan Desktop pada Power Point

Pada saat kita membuat materi untuk sebuah presentasi dengan menggunakan Microsoft Power Point kadangkala diperlukan tambahan gambar (insert picture). Bila gambar sudah tersedia dalam format JPEG atau yang lain tentu akan sangat mudah untuk menyisipkan gambar tersebut. Tetapi bila gambar yang akan kita sisipkan berupa tampilan pada layar laptop maka kita harus menggunakan cara lain.

Caranya sebagai berikut :

  1. Buka microsoft Power Point. Lalu klik Minimize pada kanan atas.
  2. Tampilkan gambar yang akan kita sisipkan pada desktop.
  3. Klik tombol “PRTSC SYSRQ” pada papan keyboard.
  4. Buka kembali Microsoft Power Point, klik Paste atau CTRL V ditempat yang diinginkan.
  5. Edit gambar sesuai selera.

Catatan: cara ini bisa dipakai atau diterapkan tidak hanya pada Power Point saja, tetapi bisa juga untuk MS Word dan lain-lain.

Sunday, April 14, 2013

Laptop Toshiba Satellite L740 tiba-tiba mati

Pada saat presentasi tiba-tiba laptop mati……pusing deh….. Padahal charger udah dipasang. Bingung… Pernahkah anda mengalami kejadian seperti itu???



Solusinya….




  1. Sebelum mulai presentasi, pastikan charger sudah terkoneksi dengan colokan listrik dan laptop.




  2. Lihat indikator baterai (desktop kanan bawah), tunggu beberapa saat dan apakah ada kenaikan jumlah %baterai. Cara melihat kenaikan dengan menggeser kursor ke indikator baterai. Bila tidak naik dan bahkan cenderung turun, cabut charger dilaptop dan masukkan kembali. Lihat indikator baterai lagi. (lakukan proses ini sampai ada kenaikkan indikator baterai).




  3. Selamat ber presentasi ria….





Catatan : pada saat dilakukan Shut Down kadangkala ada lampu indikator yang masih nyala walaupun laptop sudah benar-benar mati. Cara mengatasi adalah dengan melepas baterai dan kemudian masukkan lagi.

Sunday, April 7, 2013

Pemisahan Laporan TB03 Elektronik berdasarkan Fasyankes

Data TB03 Elektronik berasal dari berbagai macam Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Data bisa berasal dari Puskesmas, Rumah Sakit, Dokter Praktek Swasta, Lapas, Workplace dan lain sebagainya. Kadang kita hanya memerlukan data jumlah pasien TB dari Puskesmas saja atau dari Rumah Sakit saja, dll. Diperlukan beberapa langkah untuk melakukan pemisahan data TB03.


Langkah-langkah pemisahan sebagai berikut :




  1. Copy dan beri nama lain file yang akan dilakukan pemisahan. Misalnya file NGALENGKA 2013 TW 1, copy dan beri nama PKMNGALENGKA 2013 TW 1. Cara lain bisa buka file yang akan dilakukan pemisahan lalu Save As.1




  2. Buka sheet INFOKUNCI. Misalnya yang kita inginkan data dari Puskesmas, Blok dan Hapus data selain Puskesmas. 2  2a




  3. Buka sheet REGISTER TB03. Pastikan Filter dalam keadaan tidak terpilih.  3




  4. Pada Kolom Nama Unit Pelayanan Kesehatan, Uncheck atau hilangkan tanda centang pada pilihan Puskesmas. Lalu klik OK.4




  5. Blok semua Klasifikasi Penyakit dan hapus isinya. 5          6




  6. Tampilan Sheet REKAP TB07 SEMUA PASIEN. 7




  7. Selesai…..jangan lupa Save atau Save As. Hati-hati dalam melakukan perintah ini. Kesalahan bisa mengakibatkan hilangnya sebagian data.





8


Tabel diatas mungkin bisa dipakai sebagai acuan….

Sunday, March 31, 2013

Cara Konversi Laporan TB ke CSV

Sebagai salah satu persyaratan untuk Upload Laporan TB adalah melakukan konversi file excel dari yang ber-format XLS ke format CSV. CSV ( Comma Separated Value ) merupakan format standar dengan menggunakan tanda koma (,) atau titik koma (;), atau dibuat sesuai dengan keinginan kita sebagai pemisah antara satu elemen dengan elemen yang lainnya. Kemenkes RI dalam hal ini Ditjen PP & PL telah membuat satu langkah (sekali klik) untuk mengkonversi ke CSV.

Walau dengan sekali klik, ada beberapa persyaratan yang harus dilalui agar proses konversi sesuai dengan harapan dan berjalan dengan sempurna. Adapun yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Data pada sheet INFOKUNCI harus terisi dengan lengkap dan benar. Infokunci

  2. Pastikan sheet REGISTER TB03 sudah terisi data dengan lengkap dan benar sesuai triwulan pelaporan. Pastikan juga pada sheet REGISTER TB03 tidak dalam keadaan ter-filter. Perbedaan sheet ter filter dan tidak bisa dilihat pada gambar dibawah ini. TB03 tdk filterTB03 terfilter Perhatikan nomor rows, pada keadaan filter angka berwarna biru

  3. Koreksi masing-masing sheet selanjutnya, terutama jumlah apakah sudah sesuai atau belum sesuai dengan triwulan laporan. (Penemuan : jumlah penderita harus sama antara sheet TB07 dengan sheet Rekap TB07 Semua Pasien dan Rekap BTA Pos Baru, Konversi dan Akhir Pengobatan, jumlah yang dievaluasi harus 100%).

  4. Pastikan sheet TB13 sudah terisi data dengan lengkap dan benar.

  5. Bila semua data sudah benar maka buka sheet INFOKUNCI dan klik pada kotak berwarna kuning. Tunggu proses konversi sampai selesai.klik csv

  6. File CSV akan terbentuk akan ditempat sesuai dengan file laporan yang dikonversi. Hasil konversi dengan nama file Tahun_TW ( contoh 2012_4 ). Ganti nama file sesuai dengan ketentuan (NamaKota/KabSpasiTahunSpasiTWxSpasiCSV, x=triwulan). Misalnya NGASTINA 2012 TW4 CSV. hasil konversi

Langkah selanjutnya adalah melakukan UPLOAD data ke Website SITT (Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu). Semoga bermanfaat……

Thursday, March 28, 2013

Cara Koreksi Laporan TB03 Elektronik

Setelah semua data TB03 UPK sudah kita masukkan ke TB03 Elektronik, maka perlu kita koreksi apakah data  sudah benar atau tidak. Diharapkan saat dilakukan proses konversi dan UPLOAD data sudah tidak ada kesalahan.


Langkah-langkahnya sebagai berikut :


A. PENEMUAN




  1. Buka sheet “INFOKUNCI”, apakah data jumlah suspek dan jumlah penduduk sudah benar.




  2. Buka sheet “TB07”, pastikan semua kolom Total nilainya akan sama dengan sheet “REKAP TB07 SEMUA PASIEN”.TB07 rekapTB07




  3. Bila ada ketidaksamaan data antara sheet TB07 dan sheet Rekap TB07 Semua Pasien, lakukan revisi atau pembenahan data pada sheet “REGISTER TB03”. Untuk mempermudah lakukan Filter sesuai data yang tidak sama.




B. KONVERSI




  1. Untuk Sheet TB11, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi. Konv1




  2. Untuk sheet Rekap TB11 Pos Baru, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. Konv2




  3. Untuk sheet Rekap TB11 Kambuh, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. Konv3




  4. Untuk pembenahan data, buka sheet REGISTER TB03, lakukan filter dengan cara klik tanda gambar disebelah Filter, pilih filter sesuai keperluan. Misal untuk koreksi data konversi pasien TB Pos Baru ( Nomor 2 ), lakukan filterisasi pada : 








































    BTA POSITIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Hasil Lab Akhir Intensifpilih “Blank”

    isi data pada kolom Hasil Lab Akhir Intensif sesuai dengan data dari TB03 UPK atau TB01. Untuk koreksi pada pasien TB Pos Kambuh (Nomor 3), lakukan filterisasi pada :








































    BTA POSITIF KAMBUH
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “2”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Kambuhpilih “K”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Hasil Lab Akhir Intensifpilih “Blank”

    isi data pada kolom Hasil Lab Akhir Intensif sesuai dengan data dari TB03 UPK atau TB01.




C. AKHIR PENGOBATAN




  1. Untuk Sheet TB08, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi TB08a




  2. Sheet Rekap TB08 BTA Pos, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100%. TB08b




  3. Sheet Rekap TB08 Kambuh, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100% TB08c




  4. Sheet Rekap TB08 Neg Baru, pastikan jumlah Pasien yang terdaftar dan diobati sama dengan jumlah pasien yang dievaluasi dan Persentasenya 100% TB08d




  5. Untuk pembenahan data, buka sheet REGISTER TB03, lakukan filter dengan cara klik tanda gambar disebelah Filter, pilih filter sesuai keperluan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Pos Baru, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA POSITIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Pos Kambuh, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA POSITIF KAMBUH
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “2”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Kambuhpilih “K”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Pos”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan. Koreksi data Akhir Pengobatan Pasien TB Neg Baru, lakukan filterisasi pada :








































    AKHIR PENGOBATAN
    BTA NEGATIF BARU
    NoItem FilterisasiKeterangan
    1Regimen yang diberikanpilih angka “1”
    2Klasifikasi Penyakitpilih “P”
    3Tipe Pasien Kolom Barupilih “B”
    4Hasil Lab sebelum pengobatanpilih “Neg”, “X” dan “Blank”
    5Kolom “CHECK”pilih “hasil pengobatan??”

    lengkapi data hasil pemeriksaan lab dan tanggal berhenti berobat sesuai dengan kolom pilihan.




Catatan :


Pada saat melakukan filterisasi, lihat tampilan excel bagian kiri bawah. Jumlah tersebut menunjukkan jumlah yang kita lakukan filterisasi. excelbwh


Semoga bermanfaat…..

Sunday, March 24, 2013

HARI TB NASIONAL TAHUN 2013

Mycobacterium Tuberculosis merupakan penyebab penyakit TBC. Kuman ini ditemukan oleh Robert Koch.  Robert Koch (lahir 11 Desember 1843 – meninggal 27 Mei 1910) adalah seorang dokter yang berkebangsaan Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan Anthrax Bacillus (1877), Tubercle Bacillus (1882) dan Kolera Bacillus (1883). Dapat penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.


Penemuan Mycobacterium Tuberculosis  pada tanggal 24 Maret 1882. Sampai dengan hari ini (24 Maret 2013) sudah 131 tahun. Pada pertengahan abad ke-19 Tuberkulosis adalah penyebab kematian nomor tujuh.


Dalam rangka peringatan Hari TB Nasional tahun 2013, diadakan beberapa agenda, salah satunya jalan sehat, pemeriksaan kesehatan secara gratis, lomba penyuluhan tentang penyakit TB yang diselenggarakan di Kota Batu.









View album



Dengan tema “Stop TB in My Life Time” marilah kita tingkat peran dalam penanggulangan TB di Indonesia.


Sumber : dari berbagai sumber dan Wikipedia

WORLD TB DAY NEWS

  1. 1000 day countdown on TB and HIV goals starts in Swaziland

  2. World Health Organization and Global Fund highlight urgent need for international financing to fight TB

  3. Stop TB Partners mark World TB Day with events around the world

  4. TB activists launch new global coalition

  5. Global forum accelerates progress on TB vaccine development

  6. MSF: Historic opportunity to tackle drug-resistant TB could be missed

  7. Nursing project to provide evidence for the adoption of best practice

  8. KNCV honours USAID for leadership in the global fight against TB

  9. Prisons latest target as South Africa continues zero TB drive