OctaFx

Saturday, September 28, 2013

TB12 dengan Metode LQAS

Uji silang dengan menggunakan metode LQAS sudah dilaksanakan. Ada yang mulai triwulan 2 tahun 2013 dan sebagainya.


Beberapa komponen yang harus disiapkan untuk menunjang pelaksanaan metode ini. Antara lain di tingkat kabupaten/kota diperlukan TB12 yang sudah diberikan rumus agar lebih mudah dalam melakukan analisa.


Mengingat seorang wasor atau pengelola program TB di tingkat kabupaten/kota mempunyai banyak pekerjaan atau kesibukan ( hhehehheehhe sok sibuk kali…..kayak penulis…..) maka kami mencoba untuk mengaplikasikan TB12 dengan menggunakan Microsoft Excel yang diberikan beberapa sentuhan atau polesan, sehingga beban kerja bisa sedikit diambil alih oleh Excel.


Langsung aja ke TKP…..


Semoga bermanfaat……………


Download TB12(LQAS) modiv


Download PETUNJUK PENGISIAN FORM TB12

Saturday, August 24, 2013

Tugas Pengelola Program TB Paru

Pengelola Program TB Paru atau yang biasa disebut Wakil Supervisor dan disingkat menjadi Wasor TB mempunyai beberapa tugas yang harus dikerjakan. Tidak hanya sebagai collecting data tetapi harus mampu membuat analisa data sehingga Program Pemberantasan Penyakit TB di Kabupaten atau Kota dan Indonesia dapat berjalan dengan baik.


Adapun Tugas yang harus dikerjakan sebagai berikut:


1. Menentukan target penderita TB BTA Positif Baru.
2. Mendistribusikan target penderita TB BTA positif Baru ke Puskesmas.
3. Entry data TB tentang Penemuan Kasus di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
4. Entry data TB tentang Hasil Pemeriksaan Bulan kedua (Data 3 bulan yang lalu) di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
5. Entry data TB tentang Hasil Akhir Pengobatan (Data 12 bulan yang lalu) di puskesmas, rumah sakit dan lapas setiap bulan.
6. Bila Point 3, 4, 5 terdapat kekurangan data maka harus klarifikasi ke fasyankes melalui SMS atau telepon.
7. Menggabungkan data TB untuk 1 tahun (4 triwulan)
8. Upload Laporan TB ke SITT (Sistem Informasi Tuberkulosis Terpadu) per triwulan.
9. Memilah data TB kiriman dari Dokter Praktek Swasta.
10. Menganalisa Penemuan, Konversi dan Kesembuhan per triwulan.
11. Memberikan umpan balik hasil Penemuan, Konversi dan Kesembuhan per triwulan ke Fasyankes.
12. Entry Data Kolaborasi TB HIV per triwulan.
13. Melakukan analisa data Kolaborasi TB HIV.
14. Bila terdapat data Kolaborasi TB HIV yang tidak benar, maka harus segera klarifikasi ke Fasyankes.
15. Identifikasi suspek TB MDR dari laporan TB.
16. Mendistribusikan suspek TB MDR ke masing-masing puskesmas, rumah sakit dan lapas.
17. Menata slide cross check dari puskesmas dan rumah sakit.
18. Entry Data Slide Pemeriksaan Suspek TB dari puskesmas dan rumah sakit setiap bulan.
19. Entry data cross check dan mencetak printout.
20. Mengirim slide cross check ke RSSA (RUS I).
21. Mengirim slide cross check dari RSSA (RUS I) ke BBLK Surabaya.
22. Menerima hasil cross check dari RSSA dan melakukan analisa.
23. Menerima hasil cross check dari BBLK dan melakukan analisa.
24. Memberikan umpan balik hasil cross check per triwulan ke Fasyankes.
25. Menggabungkan data cross check untuk 1 tahun (4 triwulan).
26. Mengambil Logistik TB ke Dinkes Propinsi di Surabaya.
27. Mengambil Obat Anti Tuberkulosis ke Dinkes Propinsi di Surabaya dan mengantarkan OAT ke Instalasi Farmasi.
28. Melayani permintaan ATK atau Logistik lainnya yang diminta oleh fasyankes.
29. Membuat perencanaan kebutuhan Logistik TB setiap tahun yang meliputi :
- TB01
- TB02
- TB03 UPK
- TB04
- TB05
- TB06
- TB09
- TB10
- TB12
- HDL 1
- HDL 2
- HDL 3
- HDL 4
- Form Rujukan Suspek MDR
- Buku Bantu Rujukan Suspek MDR
- Form Kolaborasi TB HIV
30. Membuat perencanaan pengadaan OAT.
31. Membuat perencanaan pengadaan keperluan laboratorium untuk pemeriksaan TB (ZN, Sputum Pot)
32. Membuat design Leaflet atau Poster.
33. Menyiapkan pertemuan TB (7-8 kali setiap tahun) :
- Membuat dan mengedarkan undangan
- Membuat absensi, tanda terima
- Menyiapkan keperluan untuk pertemuan (laptop, LCD)
- Membuat materi presentasi.
- Melengkapi Pertanggungjawaban kegiatan pertemuan
34. Meneruskan informasi dari RSSA tentang suspek TB MDR yang positif ke fasyankes (baik fasyankes di kota Malang atau wilayah regional 2 TB MDR).
35. Meneruskan informasi dari RSSA bahwa pasien TB MDR siap dimulai pengobatan dan harus dilengkapi dengan mengisi form kunjungan rumah pasien TB MDR (baik fasyankes di kota Malang atau wilayah regional 2 TB MDR).
36. Menerima informasi pasien mangkir dari rumah sakit se Kota Malang atau dari Kab/Kota se Jawa Timur.
37. Menganalisa dan mengelompokkan informasi pasien mangkir.
38. Meneruskan informasi pasien mangkir ke puskesmas sesuai tempat tinggal pasien.
39. Menerima hasil pelacakan pasien mangkir dari puskesmas.
40. Meneruskan informasi pasien mangkir ke rumah sakit atau kab/kota lain.
41. Melakukan supervisi ke 15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas.
42. Mendampingi kunjungan Tim TB dari Propinsi dan Kemenkes.
43. Mendampingi dan menyiapkan materi presentasi bila ada kunjungan untuk Program TB.
44. Menghadiri Validasi data TB di tingkat Propinsi.
45. Menghitung sisa stok logistic TB di akhir tahun.
46. Menyiapkan data TB untuk Bagian Sungram atau bagian lain.
47. Menyiapkan Data TB untuk mahasiswa.
48. Menyiapkan Data TB untuk Kepala Bidang P2PL.
49. Mengingatkan fasyankes (15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas) untuk mengirim laporan SMS tentang penemuan Pasien TB BTA Positif Baru/Sembuh/Pengobatan Lengkap.
50. Mengingatkan fasyankes (15 puskesmas, 7 rumah sakit dan 2 lapas) untuk mengirim TB10 bila ada pasien pindahan dari luar kota/kabupaten.
51. Meneruskan TB10 ke dinas kesehatan propinsi bila ada pasien pindahan dari luar propinsi.
52. Menanyakan hasil pengobatan pasien yang pindah keluar daerah melalui dinas kesehatan propinsi. Jawaban akan diteruskan ke fasyankes.
53. Mengirim laporan SMS tentang penemuan kasus TB BTA Positif Baru dan hasil pengobatan setiap bulan ke propinsi.
54. Menyiapkan data TB untuk keperluan P2Kapus.

Semoga Bermanfaat.

Wednesday, August 7, 2013

Saturday, July 13, 2013

Pelaksanaan Uji Mutu Laboratorium Dengan Metode LQAS

Marhaban yaa Ramadhan........selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga dengan berpuasa akan semakin mendekatkan diri dengan Allah swt dan jadikan hidup ini lebih bermakna.

Metode uji silang LQAS akan semakin meningkatkan pemantauan mutu laboratorium pemeriksaan TB sehingga kualitas pelaksanaan program TB di Indonesia akan tetap terjaga.
Berbagai persiapan telah dilaksanakan, antara lain:
1. Workshop LQAS.
2. Pendistribusian logistik berupa TB 12 dan slide box.
3. Pelaksanaan LQAS.

Pada pelaksanaan LQAS ada beberapa kendala antara lain perbedaan pemahaman tentang urutan slide dan menentukan interval. Interval bisa ditentukan dari tabel dengan memperhatikan SPR, jumlah slide positif dan negatif tahun lalu.

Penulis telah membuat tabel bantu (bisa dilihat di posting sebelumnya tentang Mempersiapkan Data uji silang metode LQAS dengan Microsoft Excel) sehingga bila ada Fasyankes yang kesulitan dalam menentukan interval, wasor buka tabel, masukkan jumlah slide triwulan yang akan di cross check maka akan muncul interval. Ada juga yang SMS jumlah slide, wasor membalas SMS tentang intervalnya.

Pelaksanaan LQAS ditingkat kabupaten atau kota masih taraf collecting sediaan. Dibutuhkan aplikasi excel Excel untuk melakukan analisa uji silang LQAS. Aplikasi excelnya masih dalam tahap pemikiran.........

Imsyak......imsyak.....imsyak.....ll

Sunday, June 9, 2013

Consider Replacing Your Battery

“Consider Replacing Your Battery” ……. sebenarnya kata yang bikin windows 7 adalah untuk peringatan bahwa umur baterai tinggal 40% dan sudah waktunya untuk ganti baterai yang baru. Masih banyak yang berdebat tentang hal tersebut (…kata eyang google sih…). Bagi saya yang penting peringatan tersebut tidak muncul lagi. Caranya dengan klik tanda baterai dan hilangkan tanda cek list “Warm me if my battery may need replacement”.


notbat


Notbat2


Semoga bermanfaat…

Thursday, May 9, 2013

TB Resisten Terhadap Pengobatan Lini Pertama

Penyakit Tuberkulosis yang tidak tertangani dengan tepat dan adequat dapat menyebabkan terjadinya kekebalan terhadap kuman Tuberkulosis. Strategi DOTS yang telah dicanangkan oleh pemerintah dengan 5 komponennya harus benar-benar diterapkan agar penatalaksanaan program TB dapat tercapai dan ancaman terjadinya kekebalan obat dapat diminimalkan.


TB yang kebal obat atau kita kenal dengan sebutan MDR (Multiple Drug Resisten) dengan nama program PMDT (Programmatic Management of Drug Resisten TB) atau MTTRO (Managemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat) dan mungkin akan berubah lagi………. adalah penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis yang telah resisten (kebal) terhadap 2 jenis OAT (Obat Anti TB) Lini Pertama yaitu INH dan Rifampisin.


Penanganan TB kebat obat (MDR) sangat sulit dan dibutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan penanganan TB Biasa. Bila TB Biasa dibutuhkan waktu antara 6-9 bulan pengobatan, TB MDR membutuhkan waktu pengobatan antara 19-24 bulan.


Penyebab Terjadinya Resistensi OAT


Penyebab Utama terjadinya resistensi kuman terhadap OAT adalah dari ulah kita sendiri yaitu penatalaksanaan TB yang tidak adequat, dapat dilihat dari :


1. Petugas Kesehatan, yaitu karena :






    • Diagnosis tidak tepat


    • Pengobatan tidak menggunakan paduan yang tepat


    • Dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu pengobatan tidak adequat


    • Penyuluhan yang tidak adequat



2. Pasien






    • Tidak mematuhi anjuran dokter atau petugas kesehatan


    • Tidak teratur menelan paduan OAT


    • Menghentikan pengobatan karena merasa sudah sembuh



Identifikasi Suspek TB MDR


Suspek TB MDR adalah semua orang yang mempunyai Gejala TB dan memenuhi salah satu kriteria dibawah ini:





  1. Pasien TB kronik.


  2. Pasien TB pengobatan kategori 2 yang tidak konversi setelah 3 bulan pengobatan.


  3. Pasien TB yang mempunyai riwayat pengobatan TB yang tidak standar serta menggunakan kuinolon dan obat injeksi lini kedua minimal selama 1 bulan.


  4. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang gagal.


  5. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang tetap positif setelah 3 bulan pengobatan.


  6. Pasien TB kasus kambuh (relaps), kategori 1 dan kategori 2.


  7. Pasien TB yang kembali setelah loss to follow-up (lalai berobat/default).


  8. Suspek TB yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien TB MDR.


  9. Pasien ko-infeksi TB-HIV yang tidak respon terhadap pemberian OAT


Download Kriteria Suspek MDR UPDATE

Tuesday, May 7, 2013

Tambahkan Gambar Tampilan Desktop pada Power Point

Pada saat kita membuat materi untuk sebuah presentasi dengan menggunakan Microsoft Power Point kadangkala diperlukan tambahan gambar (insert picture). Bila gambar sudah tersedia dalam format JPEG atau yang lain tentu akan sangat mudah untuk menyisipkan gambar tersebut. Tetapi bila gambar yang akan kita sisipkan berupa tampilan pada layar laptop maka kita harus menggunakan cara lain.

Caranya sebagai berikut :

  1. Buka microsoft Power Point. Lalu klik Minimize pada kanan atas.
  2. Tampilkan gambar yang akan kita sisipkan pada desktop.
  3. Klik tombol “PRTSC SYSRQ” pada papan keyboard.
  4. Buka kembali Microsoft Power Point, klik Paste atau CTRL V ditempat yang diinginkan.
  5. Edit gambar sesuai selera.

Catatan: cara ini bisa dipakai atau diterapkan tidak hanya pada Power Point saja, tetapi bisa juga untuk MS Word dan lain-lain.