OctaFx

Showing posts with label Lab TB. Show all posts
Showing posts with label Lab TB. Show all posts

Saturday, September 28, 2013

TB12 dengan Metode LQAS

Uji silang dengan menggunakan metode LQAS sudah dilaksanakan. Ada yang mulai triwulan 2 tahun 2013 dan sebagainya.


Beberapa komponen yang harus disiapkan untuk menunjang pelaksanaan metode ini. Antara lain di tingkat kabupaten/kota diperlukan TB12 yang sudah diberikan rumus agar lebih mudah dalam melakukan analisa.


Mengingat seorang wasor atau pengelola program TB di tingkat kabupaten/kota mempunyai banyak pekerjaan atau kesibukan ( hhehehheehhe sok sibuk kali…..kayak penulis…..) maka kami mencoba untuk mengaplikasikan TB12 dengan menggunakan Microsoft Excel yang diberikan beberapa sentuhan atau polesan, sehingga beban kerja bisa sedikit diambil alih oleh Excel.


Langsung aja ke TKP…..


Semoga bermanfaat……………


Download TB12(LQAS) modiv


Download PETUNJUK PENGISIAN FORM TB12

Saturday, July 13, 2013

Pelaksanaan Uji Mutu Laboratorium Dengan Metode LQAS

Marhaban yaa Ramadhan........selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga dengan berpuasa akan semakin mendekatkan diri dengan Allah swt dan jadikan hidup ini lebih bermakna.

Metode uji silang LQAS akan semakin meningkatkan pemantauan mutu laboratorium pemeriksaan TB sehingga kualitas pelaksanaan program TB di Indonesia akan tetap terjaga.
Berbagai persiapan telah dilaksanakan, antara lain:
1. Workshop LQAS.
2. Pendistribusian logistik berupa TB 12 dan slide box.
3. Pelaksanaan LQAS.

Pada pelaksanaan LQAS ada beberapa kendala antara lain perbedaan pemahaman tentang urutan slide dan menentukan interval. Interval bisa ditentukan dari tabel dengan memperhatikan SPR, jumlah slide positif dan negatif tahun lalu.

Penulis telah membuat tabel bantu (bisa dilihat di posting sebelumnya tentang Mempersiapkan Data uji silang metode LQAS dengan Microsoft Excel) sehingga bila ada Fasyankes yang kesulitan dalam menentukan interval, wasor buka tabel, masukkan jumlah slide triwulan yang akan di cross check maka akan muncul interval. Ada juga yang SMS jumlah slide, wasor membalas SMS tentang intervalnya.

Pelaksanaan LQAS ditingkat kabupaten atau kota masih taraf collecting sediaan. Dibutuhkan aplikasi excel Excel untuk melakukan analisa uji silang LQAS. Aplikasi excelnya masih dalam tahap pemikiran.........

Imsyak......imsyak.....imsyak.....ll

Monday, March 18, 2013

Mempersiapkan Data Uji Silang Metode LQAS dengan Microsoft Excel

Setelah teori tentang uji silang dengan menggunakan metode LQAS kita pelajari, saatnya membuat sebuah tabel yang berisi data laboratorium. Kita siapkan data laboratorium tahun lalu yang meliputi data sediaan slide positif, negatif dan jumlah seluruh slide. Tabel dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel.


LANGKAH-LANGKAHNYA :





  1. Buka Microsoft Excel.


  2. Buat tabel kesatu yang berisi data slide dari fasyankes di sheet1. Dicontohkan dengan jumlah fasyankes 3 dan data slide positif dan negatif seperti dalam gambar dibawah.image


  3. Buat tabel kedua tentang Pengambilan Sampling disebelah kanan tabel kesatu. Tabel ini berisi jumlah data sampel yang harus diambil sesuai dengan perpotongan SPR dan Jumlah Slide Negatif. Angka 1 sampai dengan 14 (mendatar) adalah SPR, 1=2,5%, 2=5,0%, 3=7,5% dst. Angka 1 sampai dengan 12 (menurun) adalah Jumlah Sediaan Negatif dalam 1 tahun, 1=100, 2=200, 3=300 dst. Penggantian nilai SPR dan Jumlah sediaan negatif dalam 1 tahun diperlukan untuk pembuatan rumus, tetapi mengurangi makna dari sebuah tabel.


    image


PEMBUATAN RUMUS UNTUK TABEL KESATU





  1. Rumus untuk menjumlahkan slide positif dan slide negatif. Tempatkan kursor pada cell E6, ketik “=C6+D6” lalu tekan Enter. Untuk cell E7 dan E8 bisa copy dari cell E6.


  2. Rumus untuk menghitung SPR. Tempatkan kursor pada cell F6, ubah Format cell dari General ke Percentage, ketik “=C6/E6”lalu tekan Enter. Hasilnya berupa nilai persentase yang sudah dibulatkan keatas. Agar nilainya terdapat satu angka dibelakang tanda koma (decimal) maka klik “Increase Decimal” satu kali. Untuk cell F7 dan F8 bisa copy dari cell F6.


  3. Sebelum membuat rumus untuk menentukan Jumlah Sampel per Tahun, diperlukan 2 buah rumus untuk menghubungkan antara tabel kesatu dan tabel kedua. Tulis “SPR” di cell M5 dan “Neg” di cell N5. Tempatkan kursor dibawah tulisan SPR atau di cell M6, ketik SPR   Tempatkan kursor dibawah tulisan Neg atau di cell N6, ketik Neg. Copy rumus di cell M6 ke cell M7 dan cell M8. Copy rumus di cell N6 ke cell N7 dan cell N8. Rumus ini diperlukan sesuai dengan jumlah Fasyankes yang ada.


  4. Rumus untuk menghitung Jumlah Sampel per Tahun. Tempatkan kursor pada cell G6, ketik “=INDEX($P$6:$AC$17,N6,M6)”. Copy rumus di cell G6 ke cell G7 dan cell G8.


  5. Rumus untuk menghitung Jumlah Sampel per Triwulan. Tempatkan kursor pada cell H6, ketik “=ROUNDUP((G6/4),0)”. Copy rumus di cell H6 ke cell H7 dan cell H8.


  6. Untuk kolom Jumlah Slide Triwulan ini, tuliskan jumlah slide (slide positif ditambah slide negatif) pada triwulan yang akan dilakukan uji silang.


  7. Rumus untuk menghitung interval. Tempatkan kursor pada cell J6, ketik “=ROUNDUP((I6/H6),0)”. Copy rumus di cell J6 ke cell J7 dan cell J8.


Hasilnya seperti gambar dibawah ini image


Catatan penambahan fasyankes dibawah fasyankes C sebaiknya jangan gunakan Insert Row karena akan merubah struktur tabel kedua.


Semoga bermanfaat………


REVISI


Setelah adanya Pertemuan Monev LQAS pada bulan September 2013, ada perubahan dalam menggunakan table untuk menentukan jumlah slide yang akan dilakukan Cross check.  Dulu, SPR dan Slide Negatif pada tabel dibulatkan keatas. Sekarang SPR dan Slide Negatif dibulatkan ke angka terdekat,


Langkah 5 LQAS


Contoh file yang sudah kami revisi bisa di download Hitung SPR Rev

Saturday, March 16, 2013

Lot Quality Assurance Sampling (LQAS)

Upaya pengendalian Penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dengan 5 komponennya, yaitu :





  1. Komitmen politis, dengan peningkatan dan kesinambungan pendanaan.


  2. Penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya.


  3. Pengobatan yang standar, dengan supervisi dan dukungan bagi pasien.


  4. Sistem pengelolaan dan ketersediaan OAT yang efektif.


  5. Sistem monitoring pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program.


Komponen yang kedua : Penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya, ini sangat berkaitan erat dengan mutu laboratorium di fasilitas pelayanan kesehatan. Laboratorium untuk pemeriksaan dahak sangat menentukan dalam mendiagnosis pada suspek TB. Mutu kinerja laboratorium mikroskopis TB dilakukan melalui pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dengan melakukan Uji Silang sediaan BTA oleh Laboratorium Rujukan Uji Silang (RUS) dalam jejaring laboratorium di wilayah.


Selama ini Uji Silang sediaan BTA dilakukan dengan metode konvensional yaitu 100% sediaan positif ditambah 10% sediaan negatif dengan Error Rate <5%. Mulai tahun 2007 Ditjen P2&ML Kemenkes RI telah melakukan Workshop tentang Uji Silang dengan metode LQAS (Lot Quality Assurance Sampling) di beberapa wilayah di Indonesia. Hasil dari workshop tersebut mulai diterapkan pada tahun 2009.


Perbedaan Uji Silang Metode Konvensional dengan LQAS :






































KonvensionalLQAS
Samping : 100% slide positif ditambah 10% slide negatifSamping : semua slide mendapat kesempatan yang sama
Pemilihan slide tergantung dari minat petugasPemilihan secara acak dengan menggunakan statistik sederhana
Formulir TB05, TB04 dan TB12Formulir TB05, TB04 dan TB12 yang disempurnakan
Penyimpanan dipisahkan antara slide positif dan negatifPenyimpanan slide digabung sesuai dengan TB04
Analisis Uji Silang adalah Error RateBerdasarkan derajat kesalahan
Error Rate >5% = jelekSatu Kesalahan Besar atau tiga Kesalahan Kecil = jelek
Kualitas : Sediaan dan PewarnaanKualitas : Spesimen, Pewarnaan, Kebersihan, Ketebalan, Ukuran dan Kerataan

Dengan adanya Metode LQAS ini :

  1. Tidak mengubah sistem uji silang tetapi hanya memutakhirkan metode uji silang.

  2. Menilai kinerja laboratorium secara menyeluruh.

  3. Tidak untuk konfirmasi diagnosis.

  4. Sediaan disimpan berdasarkan TB04.

  5. Setiap sediaan memelikik kesempatan yang sama untuk di uji silang.

  6. Penilaian kinerja berdasarkan jumlah dan tipe kesalahan bukan prosentase.

  7. Kemungkinan penyebab kesalahan lebih mudah diketahui.


Langkah-langkah dalam melakukan metode uji silang LQAS:

  1. Tentukan jumlah seluruh sediaan, jumlah sediaan positif dan jumlah sediaan negatif yang diperiksa pada tahun lalu.



























    Nama FasyankesTotal SediaanJumlah Sediaan PositifJumlah Sediaan Negatif
    A42834394
    B1368751293
    C63340593





  2. Hitung Slide Positivity Rate (SPR). SPR = Proporsi sediaan Positif diantara seluruh sediaan.



























    Nama FasyankesTotal SediaanJumlah SediaanS P R
    A394347,9%
    B1293755,5%
    C593406,3%



  3. Tentukan Sensitifitas, spesifitas dan jumlah kesalahan yang dapat diterima. Program P2TB menetapkan Sensitifitas=80%, Spesifitas=100% dan Jumlah Kesalahan yang dapat diterima=0.


  4. Pembacaan tabel pengambilan sediaan untuk metode LQAS. SPR dibulatkan ke angka terdekat, Jumlah sediaan negatif dibulatkan ke angka terdekat. TableLQAS


  5. Hitung Jumlah Sediaan Uji Silang. Fasyankes A dengan SPR = 7,9% dibulatkan menjadi 7,5%, jumlah sediaan negatif 394 dibulatkan menjadi 400. Lihat perpotongan antara SPR 7,5% dan Sediaan negatif 400 yaitu 108 (untuk jumlah sediaan yang di uji silang selama 1 tahun). Untuk Fasyankes B jumlah sediaan yang di uji silang = 197, Fasyankes C = 167. Bila jumlah sediaan dalam 1 tahun kurang dari jumlah sampel maka seluruh sediaan yang ada harus diambil untuk uji silang.


  6. Hitung jumlah sediaan per triwulan. Jumlah sediaan yang sesuai dengan perpotongan (langkah 5) dibagi 4. Misalnya Fasyankes A, jumlah sediaan yang akan di uji silang = 108 dibagi 4 = 27. Jadi jumlah sediaan per triwulan di Fasyankes A yang akan di uji silang sebanyak 27 slide. Bila pada triwulan tersebut jumlah sediaan kurang maka seluruh sediaan di uji silang. Hasil pembagian per triwulan dibulatkan ke atas.


  7. Hitung interval pengambilan sediaan. Pada langkah ini memerlukan data jumlah seluruh sediaan pada triwulan yang akan dilakukan uji silang sesuai dengan TB04. Misalnya jumlah seluruh sediaan pada triwulan yang akan di uji silang sebanyak 200 slide, maka 200 dibagi 27 = 7,407 dan dibulatkan ke atas menjadi 8. Jadi interval untuk Fasyankes A = 8.


  8. Tentukan pengambilan sediaan pertama (Lot). Penentuan sediaan yang akan diambil pertama harus lebih kecil atau sama dengan interval. Misalnya interval 8, maka yang diambil adalah 1 slide diantara slide nomor 1 sampai slide nomor 8.image


  9. Pengambilan sediaan berdasarkan interval dan sesuai urutan TB04. Misalnya slide pertama yang diambil adalah slide nomor 5, maka sediaan yang akan di uji silang nomor : 5,13,21,29,37,45,53,61,69,85,93,101,109,117,125,133,141, 149,157,165,173,181,189,197. Jika ada salah satu slide hilang atau pecah, misal slide nomor 61 hilang maka slide nomor 61 diganti slide nomor 62. Urutan selanjutnya tetap.


KLASIFIKASI KESALAHAN BACA

image

KB = Kesalahan Besar
KK = Kesalahan Kecil
NPT = Negatif Palsu Tinggi
PPR = Positif Palsu Rendah
KH = Kesalahan Hitung
PPT = Positif Palsu Tinggi

Penilaian Kinerja Laboratorium dikatakan JELEK jika :

  • Terdapat KB (PPT, NPT).

  • Terdapat 3 KK yang nilainya setara dengan 1 KB.


Dengan adanya Uji Silang LQAS diharapkan mutu kinerja Laboratorium Pemeriksaan Tuberkulosis akan semakin terjamin dan memberikan kemudahan bagi pengelola program dalam melakukan analisa.